Saatnya merdekain warung! #2019JadiWarungDigital

2:09 am



Alkisah hidup seorang bapak bersama istri dan ketiga anaknya. Bapak ini bernama Ahmad atau biasa dipanggil Pak Mamat oleh tetangga tetangganya. Pak Mamat berumur 50 tahun dan sudah pensiun dari pekerjaan lamanya yaitu kuli bangunan. 

Sayangnya, usai menjadi kuli bangunan tidak ada uang pensiun yang dia dapatkan. Melihat istrinya yang masih bekerja menjadi tukang urut panggilan sedangkan Pak mamat tidak punya penghasilan lagi, dia memutuskan untuk mencari pekerjaan baru untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarganya. 

Mencari pekerjaan untuk seorang bapak yang berumur 50 tahun tentunya tidak mudah. Pak mamat tidak ingin melakukan pekerjaan yang membebani fisiknya karena dia bertekan ingin tetap sehat agar bisa menemani ketiga anaknya sampai dewasa nanti. 

Anak pertama pak mamat yang bernama abdul baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah dengan berjuang mencari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impiannya agar tidak membebani orang tua. 

Anak kedua, Rafi, baru saja lulus dari SMP dan membutuhkan banyak perlengkapan sekolah baru untuk SMAnya nanti. 

Anak bungsu, ruben, masih kelas 5 SD tetapi tetap harus dipikirkan biaya sekolahnya nanti kalau sudah lulus SD.

Karena terbatasnya pilihan pekerjaan, pak mamat memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Dengan modal yang cukup hasil tabungannya selama menjadi kuli bangunan, Pak mamat akhirnya membuka warung kecil kecilan atau biasa yang kita sebut warung kelontong.

*gambar hanya pemanis

Karena tidak ada warga sekitar rumahnya yang membuka usaha warung, pak mamat sangat pede dengan ide warung kelontongnya ini. Berbagai macam barang konsumsi seperti makanan ringan, peralatan mandi, beras hingga sandal jepit pun dia jual. Prinsipnya “Semakin banyak jenis barang yang dijual maka semakin banyak pemasukan yang bisa didapatkan”.

Hasilnya??

Benar saja, warung pak mamat selalu di datangi pembeli setiap harinya. Kebanyakan orang yang beli di warung pak mamat adalah orang sekitar rumahnya sendiri. Terkadang ada juga orang yang lewat jalanan untuk sekedar membeli makanan di warung pak mamat tapi tidak banyak.


*sekali lagi, gambar hanya pemanis, Gambar diatas bukan merupakan ilustrasi keramaian warung pak mamat

Walaupun begitu, pak mamat selalu merasa pemasukan yang dia dapatkan sehari harinya masih jauh dari kata cukup. Warung pak mamat masih kalah saing dengan minimarket si biru dan si merah yang menguasai daerah perumahan pak mamat. Selain itu minimarket menyediakan lebih banyak layanan dibandingkan warung kecil wak mamat.

Kisah ini memang fiksi penulis belaka tetapi nyatanya cerita pak mamat ini mungkin tidak jauh berbeda dengan ratusan cerita para pemilik warung warung kecil. Pernah nyadar gak sih kalau sedari dulu kalau warung warung seperti pak mamat ini sudah sering kita jumpai sedari kecil??

ilustrasi warung kecil yang sering ditemui di pinggir jalan, kalau ini bukan pemanis


Padahal tukang ojek udah online, beli makan juga udah online bahkan beli peniti aja bisa online...

beli peniti aja online...
Gak mengherankan kalau warung kecil yang selalu kita jumpai di pinggir jalan bisa saja jadi makin langka atau mungkin punah karena gak mengikuti kemajuan teknologi. Kebayang gak sih gimana nasib ribuan ‘pak mamat’ yang cuman punya usaha warung sebagai penopang ekonominya??

Kapan ya kalau ke warung pak mamat bisa bisa sekalian beli pulsa, sekalian beli tiket kereta, sekalian bayar tagihan telepon?? Tanpa harus jauh jauh nyari minimarket si merah dan si biru?

Seandainya orang orang yang ke warung pak mamat untuk bieli sembako bisa sekalian beli pulsa. Bisa sekalian beli tiket kereta... atau sekalian bayar tagihan telepon? Atau grosir sembako di warung pak mamat dari rumah alias online. Atau bahkan ke warung pak mamat buat transfer uang..

Emang bisa?

Emang bisa warung kecil pak mamat jadi Warung digital yang serba bisa?

Kalau nanya ke mbah google, ini jawabannya...

Jawaban mbah google


Tadinya gue pikir untuk jadi warung digital yang serba bisa itu gak mudah. Harus punya fasilitas pendukung seperti beli komputer atau koneksi dengan server yang menyediakan jasa jual beli digital ala ala minimarket gitu.

Ternyata setelah nanya ke mbah google, cuman 3 hal ini yang dibutuhkan

hape + koneksi internet + KUDO!!!
Emang bisa majuin warung dengan 3 benda di atas??

Bisa banget dan gak pake ribet. Caranya...

Pertama, install aplikasi Kudo di hape kalian…

Kedua, …. Eh bentar bentar

Udah tahun 2019, udah pada tau dong Kudo itu apa?

Kalau belum tau, intermezzo dulu yuk.

Sekilas profile Kudo

Kudo yang merupakan singkatan dari Kios Untuk Dagang Online adalah perusahaan kece yang menjadi platform pembuka peluang usaha untuk seluruh rakyat Indonesia. Kudo membuka peluang buat kalian yang pengen jadi agen atau reseller tanpa harus punya modal yang gede. Singkatnya kudo ini perusahaan visioner yang mengambil peran dalam memajukan ekonomi masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Udah tau kan Kudo itu apa??

Nahh langkah kedua, datangi warung yang ingin kamu merdekakan alias yang ingin kamu majukan.

Ketiga, daftarkan warung dengan pilih menu ‘Pendaftaran toko’ dan daftarkan warung yang ingin kamu majukan dengan memasukkan data data pendaftaran

Keempat, ikuti langkah langkah pendaftaran hinggal pendaftaran selesai

Kelima??,... UDAH GITU AJA




Cepet banget kan gak pake ribet??

Kalau udah jadi warung digital, warung warung yang kalian daftarkan bisa jadi Warung Superpower.



Mau beli pulsa 5000 doang masa harus jauh jauh nyari minimarket si biru dan si merah sih. Jalan aja ke warung terdekat yang sudah jadi warung digital kudo. Beli pulsa perlu repot repot lagi

Mau bayar tagihan telepon tapi mager pergi jauh? Mau liburan ke jogja tapi gak tau beli tiket kereta dimana? Dengan beli di warung digital kudo bayar tagihan dan beli tiket kereta jadi gak sulit

Bisa grosir sembako online
Pengen grosir sembako tapi gak tau warung mana yang nyediain barang dengan stok yang diinginkan? Cukup buka aplikasi Kudo, grosir sembako bisa dilakukan sambil tiduran

Tunggu tunggu.. Sejak kapan bisa transfer uang dari warung?? Sejak ada Kudo dong! Kenapa harus susah susah cari ATM kalau ada warung digital yang bisa ngasih layanan transfer uang? Dengan warung digital kudo, transfer uang jadi gampang tanpa ribet ribet deh


Keuntungan jadi warung digital


Keren banget kan kalau udah jadi warung digital? Faktanya warung dengan konsep digital yang serba bisa ini sebenarnya bisa disebut juga dengan PPOB. PPOB itu gampangnya adalah loket pembayaran online bank. Dengan menjadi PPOB pembayaran pembayaran online seperti bayar listrik, tagihan telepon, beli pulsa dan lainnya bisa dilakukan di satu tempat.

“Bang, mau daftar Grab bisa gak lewat warung?”

Kalau pertanyaan ini gua dengar 2 tahun lalu mungkin gua bakal ketawa. Tapi dengan kehadiran warung digital kudo, mau daftar jadi mitra pengemudi grab tinggal cuss aja. Caranya tinggal datangi warung digital kesayangan kamu dan minta pemilik warung buat daftarin kamu jadi mitra pengemudi grab

Gak perlu lagi deh yang namanya capek capek ngantri panjang di tempat pendaftarannya. Faktanya kudo telah berhasil menghasilkan ratusan ribu mitra pengemudi grab aktif lho…




oh iya, warung apa aja yang bisa kalian daftarkan jadi warung digital. Berikut daftarnya...


"Dari tadi ngomongin majuin warung majuin warung.... Emang kitanya dapat apa kalau udah majuin warung??"

Nah.. yang bikin Kudo makin keren, kita kita yang majuin warung dapat banyak benefit juga lho. Dengan mendaftarkan tiap warung kesayangan kalian di aplikasi Kudo, kalian bisa dapet bonus duit untuk tiap transaksi yang ada di warung warung tersebut.


Sumber gambar: #MajuinWarung - Kudo
Jadi gimana? Siap jadi pejuang warung? Siap majuin warung warung kesayangan kamu? Siap mengubah warung tradisional jadi warung digital yang serba bisa alias... Siap merdekain warung tradisional dengan kudo? 

Yuk sama sama bikin warung tradisional jadi warung digital #2019JadiWarungDigital !!!



Merdekain Warung Tradisional Pakai Kudo, Aplikasi Digital Buat #MajuinWarung

You Might Also Like

0 comments